Langsung ke konten utama

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut.

Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini.
Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari.

Dunia ini adalah sederhana, Namun Kita Yang Membuat Rumit
Sebenarnyaa dunia ini tidak rumit, tetapi dari kita lah yang membuat dunia ini rumit. Pernah kita berpikiran bahwa  kehidupan didunia ini sangat rumit dan tidak adil? Dalam buku ini dijelaskan bahwa dunia ini sebenarnya sederhana, ibarat kita memakai kaca mata hitam, wajar saja terlihat gelap. Tapi kalau demikian halnya, daripada kita meratapi dunia lebih baik kita lepaskan kaca mata itu. 

Berhenti Memikirkan Pendapat Orang Lain
Seringkali kebanyakan orang lebih mendengarkan kata orang lain ketimbang fokus pada tugas dan tujuan mereka. Dalam buku ini diterangkan bahwa, sebenarnya ketika ingin meraih suatu tujuan hal yang paling terpenting adalah percaya diri terhadap diri kita tanpa memikirkan pendapat orang lain. Diterangkan bahwa, kita mempunyai tugas masing-masing, dan kita tidak akan bias mengontrol apa yang orang lain pikirkan terhadap kita.

Jangan Hidup Untuk Membahagiakan Ekspetasi Seseorang
Kadang seseorang melakukan sesuatu karena berambisi untuk membuat orang kagum. Dalam buku ini dijelaskan bahwa tidak selamanyaa kita hidup harus memuaskan ekspetasi orang lain. Jika hal itu masih menjadi motif dalam hidup, maka sama halnya kita hidup untuk orang lain. 
Manusia Tidak Akan Pernah Bahagia Jika Tidak Berasal Darinya
Hal yang menjadi poin penting dalam buku ini adalah keberanian diri sendiri untuk bahagia. Kebahagian seharusnya diciptakan oleh diri sendiri, bukan karna orang lain. Kebanyakan permasalahan ketidak bahagian dalam kehidupan ini adalah karna kita memilih untuk tidak bahagia. Maka dari itu dalam buku ini disarankan bahwa kebahagian harus dating dari sendiri, dan diciptakan oleh diri sendiri.

Jangan Berharap Kesempurnaan, Karena Tidak Ada Manusia Yang Sempurna
Buku ini juga mengajarkan bahwa kesadaran dalam diri untuk tidak terlalu terobsesi dengan hasil yang sempurna, karena bagaimanapun semua manusia di dunia tidak ada yang paling sempurna dalam mengerjakan apapun. Yang perlu dilakukan adalah hidup yang bersungguh-sungguh pada hari ini, esok dan nanti.

Kesimpulan
Kesimpulanya bahwa buku Berani Tidak Disukai merupakan buku yang banyak mengulas terkait persoalan hidup. Kehidupan yang rumit dan tidak adil seringkali menjadi permasalahan bagi setiap orang. Namun dengan alur cerita yang naratif, buku ini mencoba menggali lebih dalam bahwa sebenarnya dunia ini sederhana namun pikiran kita yang semuanya menjadi rumit. Bahagia itu sederhana, hanya menjadi manusia yang berani untuk tidak disukai. Karena keberanian untuk bahagia mencakup keberanian untuk tidak disukai. Demikian, dan terima kasih.

Review oleh : I Putu Andre Juliana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU

Oleh : I Putu Andre Juliana  Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. ...