Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

MEMAKNAI HARI RAYA KUNINGAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Hari Raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, Wuku Kuningan. Hari raya kuningan dirayakan setiap 6 bulan atau 210 hari setelah 10 hari raya Galungan.  Kata kuningan memiliki makna “Kauningan” yang artinya mencapai peningkatan spritual dengan cara Intropeksi agar terhindar dari mara bahaya.  Hari ini tepatnya tanggal 26 September 2020, Seluruh umat Hindu Dharma khusunya di Bali dan pada umumnya di Indonesia sedang merayakan hari raya kuningan di tengah pandemi. Seperti kita ketahui bahwa bangsa kita ini lagi menghadapi wabah pandemi Covid-19. Segala aktifitas masyrakatpun mengalami perubahan dan transasi dengan diberlakukan kebijakan new normal, termasuk dalam aktifitas keagamaan Lantas bagaimana kita memaknai hari raya kuningan ini di masa pandemi?  Sebagai umat yang beragama dan hidup disuatu negara, tentu sudah keharusan kita tetap ...

CATATAN SEORANG ANAK PETANI

CATATAN SEORANG ANAK PETANI Kamis, 24 September 2020 merupakan Hari Tani Nasional. Peringatan Hari Tani bukan sekedar hanya simbol atau peringatan biasa namun lebih dari perhargaan terhadap profesi petani.  Soekarno pernah berkata, berbicara tentang soal pangan adalah berbicara tentang persoalan hidup dan matinya bangsa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa peran sektor petani sangat krusial dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam hal pemenuhan pangan, baik dari sektor ekonomi, industri, dan lain sebagainya. Petani adalah profesi yang sangat mulia,  yaitu sebagai penyangga dan penyokong ketahanan pangan nasional. Namun pertanyaan besar ada dalam hati saya, apakah aktor atau orang yang bergelut sebagai profesi petani sudah mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah? Apakah masyarakat tani sudah sejahtera?  Melihat realita yang ada dan kondisi dilapangan saya beranggapan bahwa pemerintah atau pemangku kebijakan masih belum sadar, memperhatikan...

REFLEKSI 16 TAHUN KECAMATAN NUHON

  REFLEKSI 16 TAHUN KECAMATAN NUHON Nuhon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 150 Km ke arah barat laut dari Kota Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai melalui pagimana. Pusat pemerintahannya berada di Desa Tomeang. Kecamatan Nuhon merupakan pemekaran dari Kecamatan Bunta. (Sumber : Wikepedia) Adapun batas wilayah kecamatan nuhon sebagai berikut Utara             : Kecamatan Bunta dan Teluk Tomini Timur             : Kecamatan Simpang Raya Selatan          : Kecamatan Batui dan Kecamatan Toili Barat             : Kabupaten Tojo Una-una Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Banggai tahun 2016 , Kecamatan Nuhon   memiliki jumlah penduduk sekitaran 19.906 jiwa yang tersebar di   20 desa. S...

PENDIDIKAN INDONESIA BELUM MERDEKA

    PENDIDIKAN INDONESIA BELUM MERDEKA Oleh : I Putu Andre Juliana   Berbicara tentang pendidikan adalah berbicara tentang masa depan bangsa, karna pendidikan adalah salah satu jalan yang akan menghantarkan suatu bangsa untuk mencapai kecermelanganya. “ Education is a function of the state, and is conducted, primarilly at least, for the ends of the state” kata Aristoteles. Bukan rahasia umum lagi bahwa pendidikan merupakan salah satu fungsi dari suatu negara dan dilakukan terutama  untuk mencapai cita-cita dan tujuan negara itu sendiri. Pendidikan merupakan salah satu kunci penting yang dapat mengatasi berbagai permasalahan suatu negara, termasuk negara Indonesia. Namun, berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia   masih menggerogoti dan belum sepenuhnya teratasi dengan baik oleh pemerintah. Padahal pendidikan merupakan komponen terpenting dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Berkaca dari sejarah...

WAJAH PENDIDIKAN 75 TAHUN INDONESIA

  WAJAH PENDIDIKAN 75 TAHUN INDONESIA Penulis : I Putu Andre Juliana Pasca 75 tahun merdeka, potret pendidikan Indonesia masih jauh dari apa yang di cita-citakan seperti   yang terkandung dalam   Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat yaitu   mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu aspek penting dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah memastikan pendidikan bisa di akses oleh seluruh rakyat tanpa ada pengecualian. Pada kenyataanya masih banyak anak-anak Indonesia yang belum bisa mengenyam bangku pendidikan, rendahnya angka partisipasi sekolah dan masih tingginya angka putus sekolah di Indonesia. jumlah peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 25,49 juta jiwa atau sebesar 56,26 % dari total peserta didik mencapai 45,3 juta jiwa. Adapun peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 10,13 juta jiwa (22.35%), sedangkan peserta didik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 4,78 juta jiwa (10,56%) dan untuk Sekolah Menengah Kejuruan seban...