Langsung ke konten utama

MENGAKU MAHASISWA?






        Suatu bahan yang patut kita renungi bersama. Mengaku mahasiswa? Bahkan terkadang sebutan “aku mahasiswa” diiringi dengan kebanggaan yang berlebihan tanpa memikirkan ada tanggung jawab di dalamnya.

Penegasan bahwa mahasiswa merupakan orang-orang yang belajar di Perguruan Tinggi jelas menempatkan posisi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Perguruan Tinggi, yang merupakan tempat segala bentuk ilmu diproduksi. Makanya kita juga sering mendengar mahasiswa disebut sebagai masyarakat ilmiah; masyakat ilmu pengetahuan; masyarakat intelektual dan lain sebagainya. Di dalam kata mahasiswa tersimpan tanggung jawab yang perlu diemban. Banyak harapan di pundak kita semua sebagai mahasiswa yang diberikan oleh orang-orang di sekitar kita. Sadari itu!

Tidak mudah mendapatkan tambahan maha di depan kata siswa tersebut. Bahkan masih banyak orang yang belum sempat untuk mendapatkan kata maha itu, sudah harus putus di jenjang “siswa” saja. Lantas apakah kita yang sudah mendapatkannya, tidak memanfaatkan kesempatan itu dan malah menyia-nyiakannya? Bangun dari tidur untuk berangkat ke kampus pun sulit. Hal utama mengaku sebagai mahasiswa adalah mensyukuri dan tidak "Membohongi" diri sendiri. ingat dalam Sumpah Mahasiswa Indonesia, kita mengenal " Bahasa Satu, Bahasa Tanpa Kebohongan".

Di era sekarang mahasiwa tidak perlu lagi meneteskan darah dan keringat seperti halnya mahasiswa angkatan 98 pendahulu kita. berbagai pengorbanan waktu, bahkan nyawa yang di lakukan oleh pendahulu kita yang mampu menduduki gedung DPR RI serta menggulingan pemerintahan rezim soeharto yang terkenal dengan pemerintahan otoriternya. Sebagai mahasiswa yang mempunyai kesempatan hari ini sudah sepatutnya kita menjadi pembeda, menjadi pengaruh dan menjadi pionir pembawa perubahan yang lebih baik dalam tatanan masyakat.

Dalam perguruan tinggi kita mengenal yang namanya "Tri Dharma Perguruan Tinggi" yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Tiga kewajiban tersebut akan menjadi kerangka bagi orang yang kuliah dalam ber-mahasiswa. Pertanyaanya besar, jika mengaku mahasiswa apakah 3 kewajiban tersebut sudah di laksanakan?. Masih banyak mahasiswa hari ini yang belum sadar/faham akan kewajiban tersebut, bahkan jikalau menjalankanya hanya sebatas formalitas semata dalam hal kepentingan "menyelesaikan" studi. Tugas mahasiswa bukan hanya di seputaran kepentingan untuk menyelesaikan studi, lebih dari itu.!

Bagi saya, menjadi mahasiswa merupakan suatu kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan. Apalagi di salah satu tempat terbaik di negeri ini. Terlalu egois diri ini jika keluar dari sini tidak ingin ikut menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi banyak orang. Ada tanggung jawab yang diemban. Jika ke istimewaan ideliasme hanya dimiliki oleh pemuda,merdekalah dalam berpikir dan bertindak!. Mulailah dan lakukan hal-hal sederhana dan menjadi pengaruh/pembeda bagi orang lain dengan status mahasiswamu.

Terima kasih

Penulis     : I Putu Andre Juliana
Referensi : Ilham Mazuki, Saya Mahasiswa Benarkah?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut. Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini. Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari. Dunia ini adalah sederhana, Namun ...

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU

Oleh : I Putu Andre Juliana  Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. ...