Langsung ke konten utama

ASAL MULA NAMA "INDONESIA"

Hallo sahabat pembaca, di momentum bulan kemerdekaan 75 tahun Indonesia artikel kali ini akan mengulas asal mula nama negara Indonesia. Sehingga  diharapkan artikel ini lebih menanambah wawasan atau pengetahuan bagi sahabat pembaca semua.

Sebelum mengenal istilah “Indonesia” bangsa Eropa menyebut Kepulauan Indonesia dengan nama Hindia-Belanda. Hal ini karna Indonesia pada waktu itu merupakan wilayah jajahan belanda. 

James Richardson Logan (1819-1869) adalah orang pertama yang memakai istilah Indonesia. Ia memakai istilah tersebut dalam jurnal yang di tulisnya pada 1850 yang berjudul Journal of Indian archipilago and Eastern Asia. Jurnal ini menjelaskan mengenai keterkaitan antar daerah Indonesia.

Jurnal yang ditulis Logan tersebut mendapatkan kritik dari para penulis. Salah satunya George Samuel Widsor Ear, seorang ahli etnologi berkebangsaan Inggris. Ia merasa bahwa penamaan “Indian Archipelago” kurang sesuai dengan karakter penduduk asli setempat dan mengusulkan penamaanya diganti dengan “Indu-nesian” atau “Malayunesian”. Menanggapi kritikan tersebut, logan tertarik penamaan “Indu-nesian” yang berasal dari bahasa yunani yang memiliki arti pulau. Selanjutya, logan mengubah nama “Indu-nesian” dari Ear menjadi “Indonesia”.

Tokoh lain ikut mempopulerkan istilah Indonesia adalah Adolf Bastian (1826-1905). Guru BesarEtnologi di Universitas Berlin. Ia menamakan suku yang ada di kepulauan Melayu (Hindia-Belanda) dengan sebutan Indonesia. Sejak saat itu, nama Indonesia mulai di gunakan oleh para ilmuan, khususnya dari Universitas Leiden, Belanda, seperti R.a Kern dan Snouck Hurgronje.

Penggunaan Istilah Indonesia makin populer pada masa pergerakan. Diawali oleh Kihajar Dewantara yang mendirikan sebuah biro pers yang diberi nama Indonesisch Pers Bureau ( Biro Pers Indonesia ) pada 1913. 

Organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia kemudian menambahkan kata Indonesia sebagai identitasnya. Misalnya, Partai Nasional indonesia dan Partai Serikat Islam Indonesia.
Istilah Indonesia kemudian dijadikan identitas nasional yang dikukuhkan pada Kongres Pemuda kedua pada tanggal 28 Oktober 1928. Peristiwa tersebut ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Catatan : Jika ada  saran, kritik yang membangun atau request tulisan bisa melalui kolom komentar. Terima Kasih

Sumber Tulisan : Buku Pendidikan Kewarganegaraan_Cakrawala Kewarganegaraan

Post By Admin
Follow Us :
Fb_I Putu Andrew
IG_andrejuliana8542

About Contact 
Phone : 082259166438
Email  : andrejuliana1999@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut. Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini. Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari. Dunia ini adalah sederhana, Namun ...

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU

Oleh : I Putu Andre Juliana  Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. ...