Langsung ke konten utama

BERDAMAI DENGAN RASA MALAS

TerunaTerkini|Rabu (17/2/2021), Hallo sahabat pembaca semoga  kita senantiasa dalam keadaan baik. Kali ini kita akan membahas tentang persoalan rasa malas dalam diri kita sendiri. Sejak kecil saya atau kalian pasti pernah mendengar bahkan membaca kata “Rajin Pangkal Kaya, Malas Pangkal Miskin”. Lantas terbesit dalam pikiran saya, apa makna atau maksud dari kata tersebut?. Saya beranggapan bahwa kemiskinan adalah gambaran seseorang yang mempunyai rasa malas, dalam artian orang yang tidak mampu memaksimalkan potensi, kesempatan serta waktu yang dia miliki selama masa hidup. 

Lantas apakah rasa malas merupakan hal yang negatif atau tidak baik? memang rasa malas itu sangat mengenakan, mudah, serta perasaan rileks itu rasanya meliputi badan kita. Sebagian dari kita pernah merasakan itu termasuk saya. Seseorang yang sadar akan dirinya sedang malas merupakan manusia yang masih memiliki akal rasional yang masih aktif. Kita sadar ketika kita sedang bermalas-malasan kita paham dan tau resiko apa yang akan terjadi, tetapi mengapa kita rasanya sulit untuk merubah kebiasaan tersebut? 

Rasa malas merupakan hal yang tidak baik dan harus kita hilangkan perasaan tersebut dalam diri kita. Perasaan malas identik dengan sikap yang menunda-nunda. Pekerjaan yang seharusnya selesai 3-4 jam bisa terselesaikan 3-4 hari karna rasa malas. Waktu yang bisa di isi dengan kegiatan produktif bisa terbuang percuma karna rasa malas. Kesempatan dan peluang yang ada bisa terabaikan begitu saja jika rasa malas masih dalam diri kita.

Kata-kata yang sering terucapkan pada diri kita yang sering menunda atau mengabaikan kewajiban dan tanggung jawab karna rasa masas : “enggak apa-apa masih ada hari esok”, “hari ini aku masih capek, munkin besok saja aku kerjakan”, ah munkin tugas ini tidak akan diperiksa, saya kerjakan sembarangan saja”, “aku akan memulainya besok”. Ketika rasa malas sudah menyelimuti pikiran kita, ada saja tori pembenaran yang membuat itu logis dan rasional. Memberikan stimulus kepada otak untuk mengambil keputusan untuk memerintahkan untuk tubuh istirahat saja dan tidak melakukan apa-apa.

Maka dari itu penulis mengajak untuk kita semua untuk stop menjadi orang pemalas,mari lebih produktif lagi. Gunakan waktu dan kesempatan kalian untuk melakukan hal-hal yang berinvestasi kedepan untuk diri kalian. Bill gates pernah berkata jika kita terlahir miskin itu bukan kesalahan kita, tetapi jika kita mati masih miskin itu adalah kesalahan terbesar kita. Semangat untuk kita semua,  terima kasih

Penulis : I Putu Andre Juliana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut. Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini. Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari. Dunia ini adalah sederhana, Namun ...

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU

Oleh : I Putu Andre Juliana  Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. ...