Langsung ke konten utama

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU




Oleh : I Putu Andre Juliana 

Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia.

Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. Pada waktu masuk jenjang Grahasta difokuskan diri pada harta dan kama, pada jenjang kehidupan wanaprasta mengurangi keterikatan duniawi dan pada masa Bhiksuka kehidupan perlahan-lahan bebas dari kehidupan duniawi dengan demikian akan dicapainya kehidupan yang sempurna.

Sistem asrama di yakini oleh umat Hindu dapat melengkapi Purusa Artha atau tujuan kehidupan, yaitu Darma (kebenaran), Arta (Kemakmuran), Kama (Kenikmatan) dan Moksa (Kebebasan) Brahmacari Asrama Tingkatan Pertama Dalam Menjalani Kehidupan Brahmacari adalah tingkatan pertama dari Catur Asrama yang harus dilakukan oleh umat manusia dalam menjalankan hidup di dunia ini. Brahmacari adalah bagian dari Catur Asrama, dimana merupakan masa belajar, masa menuntut ilmu pendidikan sehingga kewajibannya adalah menuntut ilmu pengetahuan utamanya tentang dharma. Brahmacari sering dijabarkan melalui peryataan sebagai berikut : brahmacarati iti brahmacari, mereka yang berkecimpung dalam bidang pengetahuan disebut brahmacari. Orang yang menjalani jenjang kehidupan brahmacari disebut brahmacarin atau brahmacarya. Brahmacari terdiri dari dua kata yaitu Brahma yang berarti ilmu pengetahuan dan Cari yang berarti tingkah laku dalam mencari dan menuntut ilmu pengetahuan. Brahmacari berarti tingkatan hidup bagi orang-orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan, baik itu ilmu agama, sains dan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada tahap ini seseorang cenderung melakukan pembelajaran akademis di dunia pendidikan baik secara formal maupun non formal untuk mengembangkan potensi dirinya sebagai bekal atau dasar dalam menjalankan jenjang kehidupan selanjutnya. 

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 juga di jelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pentingnya Masa Brahmacari Dalam Membangun Kemampuan Berpikir Pentingya Brahmacari Ashrama, disebutkan dalam Atharvaveda sebagai berikut : “Brahmacaryena tapasa, Raja rastran vi raksati, Acaryo brahmacaryena, Brahmacarinam icchate” Artinya : “Seorang raja, dengan sarana menjalankan brahmacari Dapat melindungi rakyatnya, Seorang guru yang melaksanakan brahmacari,Menjadikan siswanya orang yang saleh” Dari kutipan Veda tersebut dijelaskan bahwa kewajiban manusia yang utama dan yang pertama dilakukan adalah menuntut ilmu, belajar dan berpendidikan. Ilmu pengetahuan yang didapat pada saat belajar dapat membangun kemampuan berpikir untuk memilih antara dharma dan adharma sehingga manusia dapat mencapai kesempurnaan atau kebijaksanaan dalam hidupnya. Dalam Upanisad disebutkan bahwa arti kata Manusah adalah manu artinya kebijaksanaan dan sah artinya mempunyai. Jadi manusia adalah mahluk yang mempunyai kebijaksanaan. Kita haruslah patut berbangga dan bersyukur terlahir sebagai manusia. Sebab terlahir sebagai manusia sungguh yang utama. 

Dalam ajaran Agama Hindu, manusia memiliki tiga hal sebagai kategori mahluk yang utama, yaitu : Sabda, Bayu, dan Idep yang berarti memiliki kemampuan untuk berbicara, kemampuan untuk bergerak, dan kemampuan untuk berpikir. Ketiga hal ini dikenal dalam ajaran Agama Hindu sebagai Tri Pramana. Jadi jelaslah bahwa manusia memiliki kemampuan untuk berpikir disinilah letak ke utamaanya. ”Idep” yang dituntun oleh ajaran agama dan ilmu pengetahuan akan menjadikan manusia itu lebih bijaksana sehingga disebut sebagai mahluk yang utama. 

Dalam Kitab Sarasmuscaya, Sloka 2 di sebutkan : “Manusah sarvabhutesu varttate vai Subhasubhe. Asubhesu samavistam Subhesvevavakaranyet” Artinya : “Diantara semua mahluk hidup, hanya yang menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik atau buruk, leburlah ke dalam perbuatan baik, perbuatan buruk itu, demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia” Dengan adanya Viveka yang ada didalam diri manusia, manusia memiliki kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan buruk. Sebagai manusia, dikendalikanya pikiran untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk untuk mencapai keharmonisan dalam suatu kehidupan. 

Berangkat dari hal itu, maka pentingya untuk membangun pola pikir yang baik berdasarkan ajaran agama dan ilmu pengetahuan yang diperoleh pada masa Brahmacari. Pelajaran dan pendidikan juga akan membangun kemampuan berpikir untuk memilih dan memilah antara dharma (perbuatan baik) dan adharma (perbuatan jahat) sehingga manusia dapat mencapai kesempurnaan hidupnya. Masa Brahmacari adalah waktu belajar tentang ilmu dan pengetahuan, baik bersifat duniawi maupun rohani agar memperoleh keyakinan berpikir, cara berpikir dan kemampuan berpikir. Jika pikiran bisa dikendalikan dengan baik dan dituntun dengan sajaran agama dan ilmu pengetahuan maka niscaya kita akan memperoleh kebahagiaan, material (Jagaditha) dan tujuan hidup kerohanian (Moksa). 

Konsep Brahmacari dalam Mewujudkan “Growth Mindset” Pemuda Hindu Dalam masa kehidupan Brahmacari ini yang paling diutamakan adalah untuk mengetahui kewajiban, kebenaran dan kebajikan yang kesemuanya itu disebut dharma. Dalam tingkatan Brahmacari, kedudukan Dharma sebagai ilmu pengetahuan adalah sangat penting. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut perlunya kemampuan berpikir yang berkembang “Growth Mindset”. Kemampuan berpikir yang berkembang sangat penting bagi pemuda terkhusus pemuda Hindu. Dengan akses dan kesempatan dapat menimba dalamnya sumur ilmu pengetahuan di bangku sekolah pada masa Brahmacari, ini menjadi masa yang pas untuk membangun pola pikir Growth Mindset. Growth Mindset adalah tendensi dimana orang percaya pada keahlian, kecerdasan dan bakat yang bisa terus dikembangkan melalui praktik dan ketekunan. Growth Mindset adalah sebuah kemampuan pola pikir paling dasar yang dapat dikembangkan dengan suatu proses dedikasi dan kerja keras. Pola pikir ini dapat membantu kita menjadi lebih berkembang untuk mencapai target yang di inginkan, baik itu dalam hubungan atau dalam aspek lain dari kehidupan. Potensi seseorang bukanlah dari kemampuan tetapi dari cara pandang akan kemampuan tersebut dan kepercayaan bahwa sesuatu dapat dikembangkan. Orang yang berada pada dalam kategori ini condong berpikir positif tentang kemampuan mereka dan mampu memperbaiki diri dengan melihat sisi kelemahanya dalam segala hal. 

Orang yang berpikir Growth Mindset percaya bahwa kemampuan seseorang itu adalah dinamis dan bisa diperbaiki dengan usaha yang baik. Mereka yang tergolong dalam Growth Mindset ketika mengalami kegagalan akan kembali mencoba dan belajar dari kesalahan atas kegagalanya, motivasi mereka akan muncul karena tingkat kepercayaan mereka selalu mengarah ke sisi positif. 

Pemuda Hindu yang dengan Growth Mindset akan lebih siap menghadapi tantangan jaman dan perubahanya. Dengan terus menerus memperbaiki dan mengembangkan dirinya, sehingga ia tahu apa yang menjadi kekurangan dan kelebihanya dalam dirinya. Dengan Growth Mindset seseorang dapat berkembang dengan baik, karena kesadaran bahwa belajar itu sepanjang hayat. Agama Hindu memandang bahwa belajar adalah sepanjang hidup. Kesadaran bahwa akan selalu ada rintangan yang, dengan mempunyai Grotwh Mindset hal tersebut diyakini dapat dhadapi sehingga kapasitasnya selalu bertambah dan keterampilan dirinya berkembang sesuai kebutuhan jaman. Pemuda yang memiliki pemikiran yang berkembang dengan kecerdasanya dan ketrampilanya dapat terus berkembang melalui usaha dan kegigihanya, yang terpenting adalah belajar. 

Pemuda Hindu yang mempunyai Grotwh Mindset mereka akan selalu termotivasi untuk terus belajar dan menikmati proses yang sedang mereka jalankan. Bukan menyepelekan hasil, tapi tahu bahwa beberapa hal membutuhkan waktu dan usaha yang lebih. Dengan mempunyai pemikirang Growth Mindset seseorang akan mau belajar dengan mengakui kekurangan atau kelemahan dan berdamai dengan hal itu. Karena tanpa mengenali kekurangan, mereka tidak akan bisa mengatasi masalah dalam dirinya. Dalam setiap jenjang kehidupan tentu mempunyai tujuan yang hendak dicapai, dan setiap tujuan mempunyai karakteristik dan pencapaianya tersendiri. 

Pemuda Hindu yang mempunyai pola pikir Growth Mindset dengan ini mereka akan terbantu dan lebih senang menjalani apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam mencapai suatu tujuan, banyak orang bertahan dengan cara lama, beberapa yang lain memilih mengembangkan cara baru dengan segala resiko yang harus dihadapi. Pemuda Hindu yang mempunyai pemikiran Growth Mindset tahu bahwa keahlian yang dimiliki harus di pupuk dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan efesien agar bisa mencapai tujuan kehidupanya dengan baik.

Semangat untuk kita pemuda Hindu, Terima kasih 

Komentar

  1. Terima kasih tulisannya bli, sangat memotivasi. Growth Mindset memang sangat dibutuhkan pemuda saat ini. Saya banyak belajar dari tulisanmu mengenai Growth Mindset dan Brahmacari. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terim kasih kembali buat nona jessy yang tidak kalah hebat hehe

      Hapus
  2. Luar biasa artikel nya pak, sangat menginspirasi 👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut. Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini. Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari. Dunia ini adalah sederhana, Namun ...

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...