Langsung ke konten utama

HIDUP BUKAN KOMPETISI



HIDUP BUKAN KOMPETISI
. Jakarta, 28 Maret 2022. Ada kutipan bijak yang berbunyi seperti ini "Tidak semua bunga bermekaran bersama,  bulan dan matahari pun punya waktunya sendiri untuk bersinar "

Hari ini saya akan berbagi tulisan terkait pandangan  yang selama ini mungkin menjadi kekhawatiran untuk kita semua, terutama kita yang masuk pada usia 20an. Belakangan ini saya sering bertanya kepada diri sendiri, nanti kamu akan menjadi apa? mau seperti apa? bagaimana masa depanmu setelah kuliah? bisa sukses enggak?  Kekhawatiran tersebut seakan selalu menghantui dalam pikiran. Hal itu wajar, karna di usia 20an adalah usia yang masuk pada zona Quarter Life Crisis.

Quarter Life Crisis atau yang disebut krisis seperempat abad adalah suatu fase emosional yang dialami oleh individu yang memasuki 20-30 tahun. Pada usia tersebut. individu sudah menyelesaikan masa remajanya dan menuju ke masa dewasa yang mulai mencari jati diri. Saat kita berada di zona ini, terlebih belum bisa mencapai cita-cita kita, belum menjadi sesuatu yang kita inginkan,  atau masih belum menjadi apa-apa  seringkali kita membandingkan dengan teman, sahabat atau orang yang seusia kita udah sukses, udah bisa beli ini itu, dan bahkan cenderung menyalahkan diri sendiri, bahkan menyesali kehidupan yang sudah dijalani selama ini.

Melihat persoalan tersebut, apakah kita salah jika membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain? tidak sepenuhnya salah karna jika kita membandingan lantas menjadi cambuk, dan pemicu untuk kita lebih semangat, lebih giat dan rajin untuk menuju perubahan lebih baik itu akan menjadi sesuatu yang positif. Tetapi jika kita membandingan diri sendiri dengan orang lain malah menjadi putus asa, berpasarah diri, dan menyalahka kehidupan itu yang salah.

Setiap orang punya waktunya masing-masing, jangan pernah membandingkan hidupmu dengan yang lain. Tidak ada pernah ada perbandingan antara matahari dan bulan. Mereka akan bersinar pada waktunya masing-masing jadi tunggulah waktumu dan terus dibarengi dengan berjuang, belajar, bersyukur serta berdoa untuk meraih tujuan dan cita-citamu.

Ada satu kutipan yang menyadarkan saya bahwa untuk tidak khawatir dengan masa depan, yaitu " Jika kita melakukan hal baik setiap hari, seharusnya kamu tidak perlu khawatir dengan masa depanmu". Terima kasih, semoga bermafaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU "BERANI TIDAK DISUKAI"

Jakarta - Dalam buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Khisimi & Fumitake Koga merupakan buku nonfiksi yang berisi tentang teori psikologi Adler yang ditulis dengan gaya naratif antara seorang filsuf dan seorang pemuda, yang pemuda itu setiap malam secara terus menerus hingga lima malam mendatangi seorang filsuf untuk melontarkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan kehidupan. Dalam lima hari tersebut, sang filsuf dengan senang hati terus memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan pemuda tersebut. Malam pertama, membahas persoalan menyangkal keberadaan trauma, malam kedua membahas semua persoalan adalah hubungan interpersonal, malam ketiga membahas  menyisihkan tugas-tugas lain, malam ke empat membahas di manakah pusat dunia ini dan malam kelima membahas  hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini. Berdasarkan isi dari buku Berani Tidak Disukai, ada beberapa poin atau hal penting yang bisa di pelajarari. Dunia ini adalah sederhana, Namun ...

Jejak Harapan di Candi Prambanan, Edisi Tawur Agung Nyepi Tahun Saka 1945

Tulisan kali ini bukan tentang masalah ekonomi, politik atau pendidikan. Tapi saya ingin menuliskan sebuah pengalaman yang menurut saya pribadi sangat mengesankan. karena saya berpikir bisa merasakan pengalaman seperti mengunjungi kota Jogja dengan seribu ke istimewaanya apalgi bisa melaksanakan tawur agung kesanga di Candi Prambanan. yahh momen nyepi tahun saka 1945 kali memang berbeda. jika dulu Nyepi ada di kampung atau di kota luwuk tempat kuliah S1 saya, namun hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk merayakan rangkain Nyepi di tanah jawa.  Perjalanan Menuju Jogja Berangkat dari jakarta sekitar jam 4 subuh, waktu tempuh ke Jogja tempat saya dan teman-teman pimpinan pusat KMHDI menginap kurang lebih 9 jam. Namun dengan waktu tempuh yang lumayan lama tersebut saya tidak sama sekali merasa capek. Saya berpikiran mungkin ini pengaruhg semangat saya atau memang jalanya yang bagus. hal yang berbeda yang saya rasakan ketika menempuh perjalanan di daerah saya, badan rasa...

TAHAPAN BRAHMACARI SEBAGAI PONDASI DALAM MEMBANGUN GROWTH MINDSET PEMUDA HINDU

Oleh : I Putu Andre Juliana  Berbicara tentang tahapan berarti kita berbicara mengenai proses, jenjang, dan tingkatan dalam kehidupan. Dalam agama Hindu diajarkan tentang Asrama Dharma yaitu suatu tingkatan hidup yang dilalui oleh umat manusia, dari lahir hingga meninggal dunia. Ada empat tingkatan atau tahapan yang harus dijalani manusia, yang disebut dengan Catur Asrama. Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata Catur dan Astrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tingkatan hidup. Tingkatan hidup berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. Secara konseptual, ajaran catur asrama mengajarkan bagaimana umat untuk menjalani karmanya sebagai manusia sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Catur Asrama ini adalah konsepsi dasar untuk mencapai empat tujuan hidup tersebut. Setiap jenjang kehidupan dalam ajaran Catur Asrama memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pada masa Brahmacari menitik beratkan pada ilmu pengetahuan. ...