Langsung ke konten utama

Postingan

TAHUN BARU, SEMANGAT BARU!!!

                        TerunaTerkini. Senin (4/1/2021 ) Hallo! Selamat tahun baru 2021 untuk kita semua, semoga tahun ini lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Berkaca ditahun 2020 tentu banyak sekali hal yang terjadi yang munkin diluar dari keinginan, harapan serta prediksi kita semua. Mulai dari persoalan sosial, kesehatan, ekonomi dan politik begitu banyak gejolak yang terjadi sehingga memaksa kita untuk tetap berdaptasi, dan tetap berjalan berdampingan dengan situasi tersebut. Sehingga di awal tahun ini, banyak harapan, keinginan serta cita-cita yang munkin akan diperjuagkan kembali dengan pemikiran baru, energi baru dan semangat baru. Semangat dalam meraih keinginan, cita-cita dan harapan itu sangat penting, karna dengan adanya semangat dalam diri kita itu akan menjadi bahan bakar untuk melaju pesat mencapai garis finish keberhasilan yang di inginkan. Ketika kita diperhadapkan dengan hari yang baru, bulan y...

22 Desember : MEMAKNAI HARI IBU

 Gambar logo PHI 2020 Hallo sahabat pembaca, hari ini tepatnya tanggal 22 Desember 2020 merupakan peringatan hari ibu. Hari ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap seorang ibu dalam keluarga, suami, anak maupun lingkungan sosial masyarakat. Di Indonesia hari ibu dirayakan di penghujung tahun yaitu tepatnya pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.  Tanggal 22 Desember dipilih sebagai peringatan hari ibu karena untuk mengenang momentum 22 Desember 1928, kala pertama kalinya digelar Kongres Perempuan Indonesia. Hari ibu diperingati setiap tahun sejak tahun 1938 saat Kongres Perempuan III. Tujuan peringatanya adalah memperjuangkan kemerdekaan dan memperbaiki keadaan perempuan Indonesia.  Hari ibu sudah diperingati sejak tahun 1938, kurang lebih sudah sekitar 82 tahun masyarakat Indonesia memperingati hari ibu.Lantas bagaimana cara kita memaknai hari ibu yang setiap tahun kita peringati? Apakah hanya sekedar ucapan saja? Memberik...

MINAT BACA MASYARAKAT INDONESIA MASIH RENDAH?

Hallo sahabat pembaca, kalau ditanya hobi kalian ada nggak yang hobi membaca disini? Seberapa sering kalian membaca buku? Sudah buku apa aja yang dibaca? Atau informasi apa aja yang teman-teman peroleh dari aktifitas membaca, baik melalui buku, media sosial, artikel dan lain sebagainya. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional pada tahun 2017 frekuensi baca orang Indonesia rata-rata 3-4 kali per/Minggu, yaitu sekitar 5-9 buku per/Tahun. Berdasarkan penelitian dari State Central Connectioncut University soal minat baca, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Data ini diperkuat  sama studi dari UNESCO yang menunjukan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01 %, atau sekitar 1:10.000. Berdasarkan penelitian dan data diatas menunjukan bahwa minat baca atau literasi masyarakat di Indonesia masih rendah.  Lantas kenapa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah? Banyak faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat di Indonesia rendah selain kualitas pendidikan...

CATATAN UNTUK KITA YANG MUDA

 Sumber Foto : www.gogle.com Apa yang pertama kali terpikirkan dibenak kalian jika mendengar istilah “pemuda”? Tentunya semua mempunyai pandangan dan berbagai persepsi menggambarkan istilah pemuda, namun dalam tulisan kali ini saya lebih tertarik membahas tentang bagaiamana kita menyadari dan mensyukuri jika kita merasa sebagai pemuda. Kenapa kita harus sadar? Hal ini yang harus dipertanyakan dan direnungkan dalam diri kita yang mengaku sebagai anak muda. Kesadaran dengan potensi yang besar, mempunyai waktu yang masih  luang, banyaknya akses atau peluang, belum adanya keterikatan dan masih punya kebebasan berpikir, berkata, berbuat itu semua merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh pemuda namun sering tidak disadari.  Jack Ma seorang pendiiri perusahaan E-Comerse Alibaba pernah berkata bahwa aset paling berharga dalam hidup adalah ketika kamu masih muda.  Kesadaran tentang nikmat dan anugrah sebagai pemuda itu sangat penting agar menjadi bara, su...

INVESTASI ATAS DASAR NGAYAH DALAM MENJALANKAN SWADHARMA SEBAGAI PEMUDA HINDU DI MASA PANDEMI COVID 19

Oleh : I Putu Andre Juliana Om Swastiastu, Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih menjadi topik perbincangan yang hangat di belahan dunia, termasuk negara Indonesia. Sejak pertama kali Indonesia mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020 yang di umukan langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Presiden, hingga saat ini hari Senin 2 November 2020 berdasarkan data pemerintah hingga senin pukul 12.00 WIB kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 415,402 orang ( Sumber: Kompas.com). Perkembangan virus ini ini cukup pesat sehingga kasus orang yang positif terinfeksi setiap hari semakin bertambah, baik jumlahnya maupun daerah yang terdampak. WHO (world health organization) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemik global. Pada tanggal 10 Maret 2020, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebereyesus menuliskan surat kepada Presiden Jokowi untuk meningkatkan mekanisme tanggap darurat menghadapi Covid-19 melalui deklarasi...

MEMAKNAI HARI RAYA KUNINGAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Hari Raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, Wuku Kuningan. Hari raya kuningan dirayakan setiap 6 bulan atau 210 hari setelah 10 hari raya Galungan.  Kata kuningan memiliki makna “Kauningan” yang artinya mencapai peningkatan spritual dengan cara Intropeksi agar terhindar dari mara bahaya.  Hari ini tepatnya tanggal 26 September 2020, Seluruh umat Hindu Dharma khusunya di Bali dan pada umumnya di Indonesia sedang merayakan hari raya kuningan di tengah pandemi. Seperti kita ketahui bahwa bangsa kita ini lagi menghadapi wabah pandemi Covid-19. Segala aktifitas masyrakatpun mengalami perubahan dan transasi dengan diberlakukan kebijakan new normal, termasuk dalam aktifitas keagamaan Lantas bagaimana kita memaknai hari raya kuningan ini di masa pandemi?  Sebagai umat yang beragama dan hidup disuatu negara, tentu sudah keharusan kita tetap ...

CATATAN SEORANG ANAK PETANI

CATATAN SEORANG ANAK PETANI Kamis, 24 September 2020 merupakan Hari Tani Nasional. Peringatan Hari Tani bukan sekedar hanya simbol atau peringatan biasa namun lebih dari perhargaan terhadap profesi petani.  Soekarno pernah berkata, berbicara tentang soal pangan adalah berbicara tentang persoalan hidup dan matinya bangsa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa peran sektor petani sangat krusial dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam hal pemenuhan pangan, baik dari sektor ekonomi, industri, dan lain sebagainya. Petani adalah profesi yang sangat mulia,  yaitu sebagai penyangga dan penyokong ketahanan pangan nasional. Namun pertanyaan besar ada dalam hati saya, apakah aktor atau orang yang bergelut sebagai profesi petani sudah mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah? Apakah masyarakat tani sudah sejahtera?  Melihat realita yang ada dan kondisi dilapangan saya beranggapan bahwa pemerintah atau pemangku kebijakan masih belum sadar, memperhatikan...